penyebab lamaran kerja ditolak

Gudangkarir.com – Mendapatkan pekerjaan impian dengan cara yang mudah tentu menjadi dambaan setiap orang yang sedang mencari kerja. Namun pada kenyataannya, untuk dapat diterima disuatu perusahaan tidaklah mudah. Inilah 7 penyebab kenapa lamaran kerja kamu ditolak perusahaan beserta tipsnya.

Pernahkah lamaran kerja kalian ditolak perusahaan? lalu seberapa banyak lamaran yang ditolak? Penolakan bahkan diabaikannya berkas lamaran kerja tentu sudah bukan hal asing lagi bagi kalian yang pernah melamar kerja.

Namun pernahkah kalian mencari tahu apa penyebab lamaran kerja ditolak? Atau hanya cuek saja dan terus mencoba memasukkan lamaran kerja baru di perusahaan sebanyak-banyaknya?

Pada artikel kali ini kita akan membahas 7 penyebab kenapa lamaran kerja ditolak perusahaan dan tips cara mengatasinya.

Pada dasarnya lamaran kerja dapat ditolak karna banyak faktor. Diantaranya adalah sebagai berikut.

1. Tidak Memenuhi Kualifikasi yang Dibutuhkan Perusahaan

lamaran kerja underqualified
© careertracker

Setiap perusahaan menginginkan sumber daya manusia yang dimiliki berkualitas terbaik. Baik dari sisi kompetensi maupun kepribadian.

Pada saat melamar pekerjaan, kita perlu memastikan apakah kompetensi yang kita miliki sesuai dengan apa yang dibutuhkan perusahaan. Jika keduanya relevan maka kita memiliki peluang untuk bersaing dan diterima.

Kesesuaian kompetensi dengan bidang yang kita lamar menjadi poin utama perusahaan dalam memilih calon karyawan. Hal tersebut dilakukan karena dianggap lebih bisa bekerja secara efisien baik dari sisi waktu dan ketuntasan key performance indicator (KPI).

Namun apabila kompetensi yang kita tawarkan tidak sesuai dengan apa yang diminta perusahaan, maka kemungkinan besar kita tidak akan diterima. Kondisi ini dinamakan underqualified.

Bayangkan jika perusahaan sedang membuka lowongan pekerjaan desainer grafis namun Anda tidak memiliki kemampuan mengoperasikan software desain. Tentu perusahaan harus memperhitungkan biaya training dan waktu yang terbuang agar Anda dapat menyelesaikan tugas-tugas yang dibebankan perusahaan.

Meski kebanyakan demikian, jangan berkecil hati. Pada posisi jabatan tertentu terkadang kompetensi keahlian bukan menjadi parameter utama, melainkan lebih mengutamakan karakter.

2. Kemampuan Melebihi Kualifikasi (Overqualified)

penyebab lamaran kerja ditolak
© flexjobs

Jika underqualified adalah kurang atau tidak relevannya kompetensi yang dimiliki pelamar dengan yang dibutuhkan perusahaan, maka Overqualified adalah kebalikannya.

Yaitu kondisi dimana kemampuan yang kita miliki kemampuan melebihi apa yang disyaratkan perusahaan.

Pelamar yang overqualified dapat menyebabkan HRD minder dalam bernegosiasi besaran gaji, mereka akan merasa insecure dan lebih memilih untuk mempertimbangkan kandidat lain yang lebih pas.

Dengan demikian pastikan portofoliomu sudah sesuai dengan kualifikasi yang diminta perusahaan. Pastikan tidak terlalu berlebihan ataupun kurang, sehingga peluang diterima akan lebih besar.

3. Subject E-mail Kosong

Subject dalam email sangatlah penting untuk membedakan kategori pesan yang muncul pada preview inbox email. Karena banyaknya email yang masuk, HRD biasanya akan menggunakan fitur filter dengan katakunci Subject email yang sudah ditentukan.

Bagimana jika kamu tidak mengisi bagian subject email? Kemungkinan besar berkas lamaran kamu tidak akan terbaca oleh HRD. Sayang sekali dong! Kita sudah capek-capek menyiapkan berkas, nunggu dan berharap eh ternyata dibaca aja enggak.

Inilah juga mengapa terkadang lamaran kerja kita tak kunjung dapat jawaban bahkan atas penolakan sekalipun. Kesalahan ini umum terjadi pada pelamar kerja yang masih kategori baru. Jadi perhatikan untuk menulis judul atau subject Ya!

3. Badan Email Kosong

cara melamar kerja lewat email
© hipwee

Badan email adalah bagian email yang dapat digunakan untuk menyampaikan maksut dan tujuan dalam bentuk text.

Dalam proses melamar pekerjaan via email, badan email menjadi bagian penting yang perlu diisi dan tidak boleh di kosongkan.

Kesalahan dari kebanyakan pencari kerja yang masih tergolong baru adalah membiarkan badan email ini kosong karena beranggapan melampirkan surat pengantar lamaran sudah cukup.

Namun pada praktiknya, HRD justru akan membaca pengantar pada badan email.

Badan email dapat memberikan gambaran singkat siapa diri kalian dan apa maksut dan tujuan kalian mengirim pesan tersebut kepada HRD.

Oleh sebab itu pastikan mengisi badan email dengan tulisan semenarik mungkin agar peluang HRD mereview portofolio kita semakin besar.

4. Melamar Banyak Posisi Berbeda di Perusahaan yang Sama

Diantara pencari kerja pasti ada yang beranggapan “jika posisi 1 gagal masih ada posisi yang lain”.

Namun pada kenyataanya melamar banyak posisi yang berbeda terlebih tidak relevan antara pilihan satu dengan yang lain justru akan memberikan nilai negatif di mata HRD.

Pilihan yang terlalu banyak apalagi memiliki perbedaan bidang yang jauh akan menyebabkan kamu tampak tidak memiliki pendirian, arah, dan tujuan mencari pekerjaan.

Jadi, apabila kalian sudah menyukai bidang tertentu disuatu perusahaan yang ingin kamu lamar, pastikan memantapkan hati untuk memilih hanya pada satu posisi saja.

5. Memiliki Jejak Digital yang Buruk

Di era penggunaan media sosial yang masif, sangatlah mudah bagi seorang HRD untuk mencari, melihat, dan menilai kepribadian calon karyawan tanpa harus bertemu terlebih dahulu.

Tak jarang HRD melakukan kepo terhadap akun media sosial kita untuk memastikan calon karyawan yang mereka hire memiliki kepribadian yang baik.

Hindari mengunggah konten yang sifatnya negatif seperti mabuk-mabukan, diskotik, bermain kartu, dan lain sebagainya.

Kalian dapat mengunggah berbagai hal positif tentang diri kalian misalnya aktivitas karangtaruna, ngopi dan berdiskusi bersama kerabat, futsal, hobi dan masih banyak lagi.

6. Bahasa Tidak Baku

Penggunaan bahasa dalam berkas lamaran kerja sangatlah penting. Pemilihan kata, ketepatan penulisan, dan gaya penyampaian menjadi penilaian tersendiri bagi HRD.

Penggunaan bahasa yang terlalu santai, banyak kesalahan penulisan ejaan, dan kurang tepatnya pemilihan diksi terkadang membuat HRD malas untuk melanjukan proses review berkas lamaran.

Pastikan kalian menggunakan bahasa yang mudah dipahami, formal, dan tidak ada yang namanya typo. Kalian dapat mengecek berulang ataupun meminta kerabat kita untuk mereview berkas lamaran kita.

7. Melamar Mepet Deadline

Melamar pekerjaan diakhir-akhir bukanlah pilihan yang bagus bagi pelamar kerja.

Hal tersebut akan menyebabkan berkas lamaran kita berada di antirean akhir dan HRD sudah terlanjur mendapatkan kandidat.

Perlu kita tahu ada beberapa sistem recruitment ‘cocok panggil’. Artinya ketika HRD sudah mendapatkan pilihan yang proper maka kesempatan kita untuk mendapat panggilan wawancara semakin kecil.

Solusinya adalah dengan cara selalu update informasi dan sesegera mungkin melakukan pendaftaran untuk menunjukkan antusiasme agar peluang kita untuk mendapatkan panggilan interview semakin besar.

Nah, itulah 7 penyebab lamaran kerja ditolak oleh HRD perusahaan. Hindari ke 7 kesalaman umum tersebut dan berikan yang terbaik.

Bagaimana jika 7 faktor diatas sudah dihindari namun masih saja ditolak?

Gagal dalam mendapatkan pekerjaan memang bukanlah hal yang menyenangkan. Bagi sebagian orang dapat menyebabkan depresi.

Namun jangan bersedih hati, jangan takut dan tidak perlu emosi. Karena ketika kita sudah berusaha sebaik mungkin, yang perlu dilakukan adalah bertawakal. Yaitu menyerahkan semua hasilnya kepada Allah SWT.

Tetap semangat dan jangan pernah minder atau memandang rendah diri sendiri hanya karena tidak diterima bekerja. Siapa tahu jalan rejeki kita menjadi seorang pemilik usaha.

Semoga Artikel ini bermanfaat dan good luck everybody!

7 Penyebab Lamaran Kerja Ditolak Perusahaan! Ikuti Tips Berikut

Leave a Reply

Your email address will not be published.