Share this page
©Photo by Razvan Chisu on Unsplash

Gudangkarir.comHalo! Setelah kita membahas tentang quarter-life crisis, sekarang kita membahas langkah untuk menemukan pekerjaan yang memberikan makna dan kebahagian melalui IKIGAI. Apa itu IKIGAI? Bagaimana kita dapat menemukan pekerjaan yang bermakna melalui IKIGAI? Yuk simak penjelasan di bawah ini!

Mengenal IKIGAI

IKIGAI berasal dari bahasa Jepang yang terdiri dari kata “iki” yang bermakna kehidupan, dan “gai” yang berarti nilai. Singkatnya, IKIGAI merupakan prinsip yang membuat hidup seseorang lebih bermakna sehingga ia dapat mencapai kebahagian.
Konsep ini mengatakan, kehidupan yang bermakna dapat dicapai ketika kita berhasil menemukan irisan dari empat hal:

  1. Apa yang saya sukai (what you love)
  2. Apa bidang yang saya kuasai atau bisa saya lakukan dengan baik (what you are good at)
  3. Apa yang dunia butuhkan (what the world needs)
  4. Apa yang membuat saya dibayar (what you can be paid for)

Jika kamu hanya berfokus pada irisan dari dua himpunan, kamu belum akan menemukan makna hidup melalui pekerjaan mu. Mengapa? Ini alasannya

  1. Passion. Bagian ini terbentuk dari irisan ‘what you love’ dan ‘what you are good at’. Misalnya, kamu sangat menyukai karya seni dan mempunyai keahlian dalam mendesain grafis. Hampir setiap hari, kamu meluangkan waktu untuk mendesain. Akibat jika kamu tidak melihat aspek apa yang dunia butuhkan dan apa yang membuat mu bisa dibayar adalah kamu akan kesusahan dalam hal keuangan. Dalam kata lain, kamu tidak mempunyai pekerjaan karena tidak mendesain sesuai kebutuhan.
  2. Profession. Himpunan ini terbentuk dari irisan ‘what you are good at’ dan ‘what you can be paid for’. Contohnya, kamu adalah seseorang yang menyukai kegiatan kerelawanan dan mempunyai kemampuan desain. Akan tetapi, kamu lebih memilih bekerja di perusahaan bagian desain. Di sini kamu terkadang akan menemukan gejolak hati karena kamu melayani sebuah pekerjaan dari pada melayani orang melalui kerelawanan.
  3. Vocation. Vocation tercipta dari irisan ‘what you can be paid for’ dan ‘what the world needs’. Misalnya, kamu dibayar bekerja di bagian kecerdasan buatan yang saat ini dibutuhkan di dunia. Permasalahan yang muncul adalah kamu belum cukup ahli dalam bagian kecerdasan buatan serta pekerjaan ini bukanlah pekerjaan yang kamu sukai. Alhasil, kamu seperti dipekerjakan paksa di bagian kecerdasan buatan. Kamu harus berjuang lebih keras untuk mempelajari lagi tentang kecerdasan buatan. Tentunya ini tidak efisien.
  4. Mission. Mission merupakan irisan dari himpunan ‘what you love’ dan ‘what the world needs’. Misalnya, kamu sangat menyukai debat politik dan hampir setiap saat mengikuti isu politik di Indonesia. Di saat yang sama, masyarakat menginginkan pemimpin yang jujur. Permasalahan yang muncul adalah kamu tidak pandai dalam melalukan public speaking maupun bukan berasal dari disiplin ilmu politik. Lagi-lagi kamu harus berjuang dalam membangun kemampuan agar dapat menyakinkan rakyat.

Mengapa perlu pekerjaan yang bermakna?

Menemukan pekerjaan yang bermakna adalah salah satu syarat kebahagian dan produktivitas. Bayangkan jika kamu bekerja di sebuah perusahaan dengan posisi yang tidak kamu sukai, pasti kamu akan mengeluh setiap hari. Kamu akan merasa tertekan dengan tanggung jawab sehari-hari. Alhasil, karya yang dihasilkan tidak maksimal. Hubungan antara menemukan pekerjaan yang bermakna dengan kebahagian sudah terbukti melalui studi lho. Menurut Dan Buettner dalam buku Blue Zones: Lessons on Living Longer from the People Who’ve Loved the Longest, penyebab penduduk Okinawa berumur panjang juga dipengaruhi oleh IKIGAI.

Menemukan Pekerjaan Bermakna Melalui IKIGAI

Seperti penjelasan di atas, untuk menemukan pekerjaan yang bermakna kamu harus mencari irisan dari keempat himpunan dari ‘what you love’, ‘what you are good at’, ‘what the world needs’, dan ‘what you can be paid for’. Bagaimana menemukan apa keempat himpunan tersebut? Setelah itu, bagaimana kemudian mencari irisan dari keempatnya? Yuk, cek penjelasan di bawah ini!

Eitss sebelum ke penjelasan, disclaimer dulu ya, untuk menemukan keempat hal tersebut mungkin kamu akan membutuhkan waktu yang cukup lama untuk merenung. Proses merenung dan berefleksi ini penting dan normal kok.

  1. Apa yang kamu suka (what you love)
    Untuk mencari hal yang kamu suka, kamu bisa tanyakan pada dirimu dengan empat hal:
    • Apa yang kamu suka atau sering lakukan dalam waktu yang cukup lama walaupun kamu tidak mendapatkan timbal balik (uang atau pujian)?
    • Kegiatan apa yang sering membuatmu bahagia walaupun dalam melakukannya kamu mendapatkan tantangan/ hambatan?
    • Kegiatan apa yang sering dilakukan di waktu luang?
    • Kegiatan apa yang membuatmu merasa bersalah jika meninggalkan kegiatan tersebut?
  2. Apa bidang yang saya kuasai atau bisa saya lakukan dengan baik (what you are good at)
    Himpunan kedua ini erat hubunganya dengan pengetahuan dan kemampuan/ skill yang kamu kuasai. Untuk menemukan ini, kamu harus menanyakan dirimu beberapa hal:
    • Bidang apa yang selama ini kamu mudah mempelajarinya atau bahkan kamu termasuk ahli dalam melakukannya?
    • Pekerjaan apa yang sering diamanahkan atau diberikan kepada mu?
    • Posisi pekerjaan yang sering kamu tertarik atau lamar?
  3. Apa yang dunia butuhkan (what the world needs)
    Hal ketiga berhubungan dengan isu dan permasalahan yang sedang dihadapi dunia, serta bidang apa yang dunia sedang butuhkan untuk merespon isu atau permasalahan tersebut. Untuk memudahkan, coba pikirkan pertanyaan-pertanyaan berikut:
    • Permasalahan apa yang membuatmu khawatir dan terganggu?
    • Adakah bidang yang kamu kuasai berhubungan dengan permasalahan yang kamu khawatirkan?
  4. Apa yang membuat saya dibayar (what you can be paid for)
    Untuk menemukan bagian ini, kamu bisa memulai dengan pertanyaan-pertanyaan di bawah ini:
    • Jasa dan produk apa yang bisa kamu jual yang sesuai dengan passion mu dan dunia sedang butuhkan?
    • Siapa yang akan memanfaatkan jasa atau produk yang kamu buat?
    • Pekerjaan apa yang akan menghasilkan jasa atau produk tersebut?

Penemuan IKIGAI dapat dicontohkan melalui ilustrasi berikut. Ani sangat menyukai pelajaran ekonomi terutama hal-hal yang berbau tentang bisnis. Ketika mengikuti organisasi, ia selalu mendaftar di bagian usaha dana untuk organisasi. Ketika lulus SMA, ia masuk ke dalam fakultas ekonomi di sebuah universitas. Dalam perjalanannya, ia mengasah kemampuan dalam hal manajemen bisnis dan membuat produk kreatif. Keduanya dapat membuat Aini dibayar. Di samping kemampuannya, Ani sering terlibat dalam hal kerelawanan di kampusnya untuk memberdayakan masyarakat. Hal ini sesuai dengan kekhawatirannya dengan tingginya angka kemiskinan dan ketimpangan sosial. Oleh karena itu, ketika lulus kuliah, ia ingin menjadi pengusaha sosial (socioentrepreneur) dalam bidang pembuatan produk kreatif untuk memberdayakan masyarakat dan menurunkan angka kemiskinan.

Demikian penjelasan tentang cara menemukan pekerjaan yang bermakna melalui IKIGAI. Selamat mencoba!

IKIGAI dan Pekerjaan: Cara Menemukan Hidup Bermakna

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *