Share this page
lowongan kerja jogja
Sumber: https://www.ruangpegawai.com/

Dalam lingkungan kerja, komunikasi merupakan salah satu kunci dari keberhasilan dalam membangun sinergi diperusahaan. Kenayamanan bekerja akan terbentuk apabila tercipta komunikasi yang ideal untuk mencapai tujuan perusahaan.

Komunikasi bukan hanya tentang bagaimana cara kita berbicara namun juga tentang bagaimana kita bersikap atau menyikapi segala sesuatu yang terjadi di lingkungan kita.

Kita tahu bahwa setiap individu memiliki gaya komunikasi yang berbeda-beda. Perbedaan cara berkomunikasi ini seringkali menyebabkan kesalahpahaman yang berujung pada ketegangan di lingkungan kerja.

Kondisi tersebut jika tidak segera disadari dan disikapi dengan benar dapat merusak budaya perusahaan. Sinergitas yang harusnya dibangun juga akan pudar sehingga tujuan perusahaan tidak akan pernah tercapai karna adanya perpecahan.

Lalu bagaimana cara kita menyikapi kondisi yang demikian? Hal yang dapat kita lakukan adalah dengan terlebih dahulu mengenali gaya dan karakter setiap rekan kerja, hususnya cara berkomunikasinya.

Skill ini sangat penting kita miliki agar pesan yang kita sampaikan ataupun kita terima sesuai dengan yang diharapkan, meskipun dengan karakter yang berbeda-beda.

Menurut Indeed ada empat gaya berkomunikasi yang dapat kita temui di lingkungan kerja kita.

1. KOMUNIKASI PASIF

Gaya komunikasi yang pertama adalah komunikasi pasif. Rekan kerja dengan gaya komunikasi seperti ini biasanya dapat dikenali dengan sikapnya yang cenderung diam, tidak banyak bicara, dan cukup cuek dengan situasi yang tidak mengganggu dirinya.

Rekan kerja dengan gaya komunikasi ini juga seringkali menghindari perdebatan dan merasa tidak perlu berpendapat jika sudah ada yang mendominasi dalam suatu musyawarah.

Rekan kerja seperti mungkin juga bisa terjadi pada karyawan baru yang masih minder atau kurang percaya diri dengan potensi yang dimilikinya. Ciri-cirinya dapat kita lihat ketika diperintah biasaya cenderung tidak bisa berkata tidak, dan cenderung lebih suka meminta maaf padahal yang dilakukan benar.

Jika kamu menghadapi rekan kerja yang seperti ini cobalah untuk berkomunikasi atau bertukar pikiran secara personal. Bantulah rekan kerjamu untuk dapat berkomunikasi dengan baik karena gaya komunikasi pasif sangat tidak diharapkan oleh perusahaan.

Gaya komunikasi pasif cenderung akan menghambat pertumbuhan perusahaan karena karyawan seperti ini cenderung tidak terbuka terhadap masalah bahkan yang berkaitan dengan pekerjaan sekalipun.

Lalu bagaimana jika kamu yang berada di posisi individu dengan gaya komunikasi pasif? Semoga dengan membaca artikel ini kamu bisa lebih mengenal diri sendiri dan memperbaiki bagaimana seharusnya.

2. KOMUNIKASI AGRESIF

Gaya komunikasi agresif merupakan kebalikan dari gaya komunikasi pasif, yaitu cenderung mendominasi pembicaraan dan sering kali individu seperti ini belum paham kapan dia harus bicara, dimana harus bicara dan apa yang dibicarakan.

Kalian pasti pernah menemui orang yang cara berbicaranya berputar-putar, bahkan seringkali mengulangi kalimat-kalimat yang sama lebih dari tiga kali. Gaya komunikasi yang seperti ini seringkali membuat orang lain merasa terintimidasi, tergurui, dan membosankan.

Dominasi pembicaraan seringkali membuat pendapat orang lain terabaikan, karena tidak diberikan kesempatan untuk mengutarakan pendapat. Individu dengan gaya bicara agresif seringkali membahas hal-hal yang kurang penting dan diluar kapasitasnya untuk berbicara.

Gaya kominkasi seperti ini juga tidak diharapkan ada di lingkungan kerja. Hal ini karena cenderung kurang bisa bekerjasama dalam tim.

Cara menyikapinya adalah dengan tidak mudah terpancing emosi dalam menanggapi. Sesekali ajaklah bicara empat mata untuk memeberikan saran bagaimana cara berkomunikasi yang baik. Hal ini bertujuan agar individu ini sadar dan mau memperbaiki untuk kemajuan perusahaan.

3. KOMUNIKASI PASIF-AGRESIF

Gaya komunikasi ini merupakan gabungan dari kedua jenis sebelumnya yaitu komunikasi aagresif dan pasif. Individu dengan gaya komunikasi seperti ini sering bersikap manipulatif.

secara umum dia tampak pasif alias tidak banyak bicara, namun ketika ada maunya di akan menjadi agresif. Sikap ini akan nampak ketika apa yang akan dilakukan menguntungkan bagi dirinya.

Seringkali apa yang dia terlihat pintar dan menguasai namun pada praktiknya tidak sesuai kenyataan.

Selain itu dia juga bersikap biasa-biasa saja bahkan terlihat senang terhadap suatu keputusan bersama walaupun sebenarnya dalam hati tidak setuju. Tak jarang mereka mencaci maki dibelakang.

4. KOMUNIKASI ASERTIF

Komunikasi asertif merupakan gaya komunikasi yang paling ideal dan diharapkan dalam lingkungan kerja. Gaya komunikasi ini dianggap paling efektif diantara gaya komunikasi yang lain.

Gaya komunikasi ini lebih mengutamakan keterbukaan dan tidak berlebihan, artinya individu dengan gaya asertif cenderung percaya diri dengan pendapatnya namun tidak berlebihan dan tetap mendengarkan pendapat dari orang lain.

Individu ini akan berbicara sesuai porsinya, apa yang dibicarakan sesuai kapasitasnya, dan berbicara diwaktu yang tepat. Gaya komunikasi seperti ini akan menumbuhkan kolaborasi yang baik diantara rekan kerja.

Kolaborasi atau sinergi yang baik antar rekan kerja sangat diharapkan untuk kemajuan perusahaan. Gaya komunikasi seperti ini harus dicontoh dan ditularkan kepada orang lain.

Setelah mengetahui macam-macam gaya komunikasi di lingkungan kerja, kira kira kalian masuk nama nih? Cepat sadari kekuranganmu dan segeralah berbenah. Jangan sampai berlarut-larut dalam kesalahan. Karena hal yang baik itu selalu membawa kebahagiaan.


Tentang Gudangkarir.com

Gudangkarir.com merupakan platform berbagi info lowongan pekerjaan CPNS, lowongan BUMN, dan Lowongan Swasta baik lokal maupun nasional. Info lowongan kerja yang kami bagikan telah melalui review dan verifikasi melalui platform resmi perusahaan pemberi kerja. Selain berbagi informasi tentang lowongan pekerjaan, gudangkarir.com juga membagikan tips, motivasi seputar dunia kerja.

[recent_post_slider design=”design-1″]

Mengenali Cara Komunikasi Rekan Kerja, Kunci Kolaborasi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *