Share this page
pertanyan interview kerja
© thebalance.com

Gudangkarir.comPertanyaan semacam ini hampir selalu ada disetiap interview pekerjaan, baik di perusahaan kecil maupun bersar. Sehingga penting sekali buat pencari kerja untuk memeprsiapkan jawaban dengan tepat.

Sebelum masuk pada pokok bahasan, kita akan mencari tahu terlebih dahulu kenapa rekruter atau yang bisanya dilakukan oleh HRD melontarkan pertanyaan ini.

Menurut The Balance Careers, tujuan rekruter melontarkan pertanyaan ini saat interview adalah untuk mengungkap apa motivasi dan tujuanmu secara berimbang.

Jawaban atas kenapa resign dari kantor lama dan kenapa memutuskan untuk mendaftar diperusahaan baru akan membentuk connecting dot yang mengarah pada suatu kesimpulan.

Secara umum maksut dan tujuan rekruter menanyakan pertanyaan semacam ini adalah untuk mengetahui:

1. Untuk mengetahui apakah kamu resign secara sukarela atau karena dipecat

Ada banyak alasan yang dapat kamu jadikan sebagai jawaban jika memang alasan kamu resign adalah karena sukarela.

Namun jika alasan kamu resign adalah karena di pecat atau diberhentikan maka siapkan jawaban atas alasan karena masalah kinerja atau integritas. Karena muara pertanyaan rekruter akan mengarah ke jawaban tersebut.

2. Ingin tahu bagaimana cara kamu resign, apakah dengan baik-baik atau menghilang begitu saja

Jika kamu menjawab resign dengan cara yang baik maka rekruter akan menilai kamu sebagai karyawan yang memiliki etika dan keterampilan interpersonal baik.

3. Mengetahui alasan resign apakah logis atau tidak logis

Pada poin ini rekruter dapat menilai apakah kamu tipe orang yang bisa diandalkan, kurang bertanggung jawab, kurang loyal, atau tidak memiliki pendirian. Semua bergantung pada logis tidaknya jawaban kalian.

Lalu seperti apa alasan yang tidak logis? “Pacar saya menyuruh saya untuk berhenti bekerja karena jarang memiliki waktu luang untuk nge-date” .

4. Ingin mengetahui tujuan dan motivasi kamu bekerja

Tujuan yang keempat adalah rekruter ingin mengetahui nilai-nilai yang kamu pegang selama bekerja. Nilai ini bisa berupa motivasi, alasan, ataupun tujuan.

Apakah kamu resign karena ketidakcocokan dengan prinsip kamu bekerja? apakah kamu diremehkan sehingga kamu merasa kurang berharga disana?

Bagaimana Cara Menjawab Pertanyaan “Kenapa Resign ?” saat Interview

Setelah mengetahui tujuan rekruter melontarkan pertanyaan atas alasan kenapa resign, sekarang kita akan bahas bagaimana cara menjawabnya.

Tips sebelum merangkai jawaban atas pertanyaan usahakan memuat poin-poin berikut

  1. Berikan jawaban yang jelas, logis dan jujur apa adanya
  2. Tidak perlu menguraikan alasan secara mendetail jika tidak ditanya
  3. Buatlah jawaban sepositif mungkin meskipun sebetulnya alasan resign karena sesuatu yang buruk
  4. Berikan jawaban yang mengarah pada masa depan yang baik

Sebaiknya jawaban ini sudah dipersiapkan sebelum interview agar jawaban kita lebih mantap dan tidak ragu-ragu.

Seperti apa contoh rangkaian kata-katanya? Yuk simak poin berikut!

1. Alasan resign karena tidak cocok dengan pekerjaan

Alasan ini biasanya muncul karena ketidakcocokan keterampilan dengan tugas yang dibebankan perusahaan. Bisa juga karena sudah jenuh dan tidak ada hal menantang lagi untuk mengembangkan diri lagi.

Kalian dapat merangkai jawaban seperti ini:

“Saya telah belajar banyak hal selama bekerja di posisi ini. Saat ini saya merasa di titik dimana sulit menemukan hal baru untuk mengembangkan keterampilan dan kemampuan diri saya, sehingga memutuskan berhenti dan mencoba peluang baru di perusahaan lain”

“Saya cukup mendapat banyak keterampilan selama menjabat diposisi sebelumnya, seperti strategi marketing baik offline maupun online. Namun saya ingin lebih fokus pada SEM dan SEO sehingga saya memutuskan untuk mengambil peluang baru dengan bergabung diperusahaan Bapak”

2. Alasan resign karena menginginkan gaji lebih

Melansir dari Indeed, kamu dapat merangkai kata seperti contoh berikut:

“Saya termotivasi oleh banyak faktor, yang paling utama tentu adalah kepuasan klien, serta pengakuan dari rekan dan manajer. Meski begitu, kompensasi juga merupakan motivator bagi saya. Saya senang jika mendapatkan kesempatan menjual produk yang saya sukai, kemudian merayakannya ketika telah melampaui target saya”

“Saya termotivasi oleh banyak faktor, yang paling utama tentu adalah kepuasan klien, serta pengakuan dari rekan dan manajer. Meski begitu, kompensasi juga merupakan motivator bagi saya. Saya senang jika mendapatkan kesempatan menjual produk yang saya sukai, kemudian merayakannya ketika telah melampaui target saya.”

3. Alasan resign karena jam kerja dan deadline yang ketat

Untuk menyusun alasan ini, kamu perlu menunjukkan poin dimana kamu adalah seorang profesional yang bertanggung jawab dan pandai dalam managemen waktu antara pekerjaan dan urusan pribadi.

“Saya dapat bekerja secara efektif dan efisien apabila porsi bekerja saya seimbang dengan urusan pribadi. Tidak ada pekerjaan yang mengganggu urusan pribadi saya dan tidak ada pula urusan pribadi yang mengganggu urusan pekerjaan saya. Sehingga saya lebih memilih dan menghargai perusahaan yang memperhatikan worklife balance karyawan”

4. Alasan resign karena dipecat atau diberhentikan

Dalam merangkai jawaban atas alasan ini, kamu perlu menerapkan rambu-rambu berikut.

  • Hindari penggunaan kata-kata dipecat, gantilah dengan kata “diberhentikan”
  • Hindari menjelek-jelekkan perusahaan lama
  • Buatlah alasan logis yang dapat diterima akal sehat misalnya “kompetensi yang saya miliki tidak dibutuhkan lagi oleh perusahaan karena perombakan divisi”

Contoh susunan katanya seperti berikut.

“Pada dasarnya saya ditempatkan pada posisi yang tidak begitu saya kuasai secara teknis. Meskipun sudah ditraining saya menyadari banyak kekurangan yang harus saya perbaiki. Namun dikarenakan alasan produktivitas menyebabkan saya harus diberhentikan dari posisi tersebut”

5. Alasan resign karena mengundurkan diri

Pengunduran diri lebih banyak dipicu karena kesadaran karyawan terhadap kondisi perusahaan. Seperti melihat kondisi financial perusahaan yang merugi atau sedang mengalami penurunan.

Jawaban yang dapat kamu rangkai sebagai berikut.

“Perusahaan tempat saya bekerja sebelumnya mengalami penurunan pendapatan yang cukup dahsyat akibat pandemi Covid-19. Melihat beban karyawan yang tidak sebanding dengan pendapatan perusahaan maka saya memutuskan untuk mengundurkan diri dan mencari peruntungan baru di perusahaan ini”

6. Jawaban atas kondisi lain

Dikutip dari Glints, ada beberapa jawaban yang dapat kamu pakai untuk menjawab pertanyaan HRD tentang alasan resign.

  • “Saya merasa setelah bertahun-tahun bekerja di kantor bahwa sudah waktunya untuk perubahan dan sepertinya ini adalah waktu yang ideal untuk pindah.”
  • “Saya mengundurkan diri untuk fokus mencari pekerjaan yang lebih dekat dengan rumah dan akan menggunakan keterampilan dan pengalaman saya dalam kapasitas yang berbeda.”
  • “Setelah beberapa tahun di kantor terakhir saya, saya mencari perusahaan yang bisa memungkinkan saya berkontribusi lebih banyak dan tumbuh di lingkungan yang berorientasi pada tim.”
  • “Posisi ini tampaknya berkaitan dengan skillset yang saya miliki. Sayangnya, saya tidak dapat menggunakan pelatihan dan pengalaman saya sepenuhnya dalam pekerjaan terakhir ini.”
  • “Saya meninggalkan posisi terakhir saya untuk merawat anggota keluarga yang sakit. Keadaan telah berubah dan saya siap untuk kembali bekerja lagi.”

Nah itulah tips buat kalian tentang bagaimana cara menjawab pertanyaan HRD mengapa resign dari kantor lama.

Semoga artikel ini dapat memberikan gambaran kepada kalian yang akan menghadapi interview. Good luck!

Sumber

Begini Cara Menjawab Pertanyaan Interview “Mengapa Resign dari Kantor Lama?”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *