Share this page

Membangun Usaha Konveksi dari Nol by gudangkarir.com. Hai semua, pada kesempatan kali ini admin akan berbagi kisah menarik seputar wirausaha. Kisah ini menurut admin sangat bagus karena kaya akan informasi pengalaman praktis. Buat Sahabat yang mau merintis usaha konveksi, modal terbatas dan bingung memulainya dari mana, artikel ini sangat cocok buat Sahabat. Semenarik apa kisahnya? simak terus

Kisah inspiratif ini datang dari seorang sahabat saya bernama Zamzam Istimaqom dan Lana. Awal mula cerita dimulai pertemuan satu organisasi yaitu di Rohis Al Fattah SMA 1 Bantul sekaligus teman satu kelas. Pertemanan masa itu hanya sebatas teman kelas dan teman proker saja. Satu sama lain tidak ada pikiran untuk membuat projek diluar urusan sekolah, apalagi dalam hal berbisnis.

Sampai suatu ketika kita memasuki fase seleksi perguruan tinggi. Antara zamzam dan Lana ini sama sama tidak lolos seleksi perguruan tinggi jalur SNMPTN. Bermula dari situlah pertemanan mulai terjalin. Mereka bersama teman-teman yang lain saling menyemangati dan menguatkan mental diri sendiri. Mereka harus siap menghadapi SBMPTN yang notabenya tingkat kesulitan soalnya sekelas dewa. Mereka saling belajar kelompok, diskusi, bahkan sampai mendaftar perguruan tinggipun bersama.

Singkat cerita, masing masing dari mereka diterima di dua kampus yang sama. Dengan alasan pertimbangan minat, merekapun memilih kampus yang berbeda. Namun karena perjuangan panjang bersama yang dialami tidak lantas putus pertemanan. Mereka masih sering berdiskusi seputar pengalaman saat ospek, kelakuan kakak tingkat, ngomongin dosen killer dan lain sebagainya.

Memasuki tahun kedua ajaran baru, karena mereka berdua suka berdiskusi tercetuslah ide untuk membuat PO atau Pre Order merchandise kampus. Ide itu tercetus dari banyaknya penawaran-penawaran merchandise kampus seperti kaos, hoodie dan sejenisnya. Singkat cerita mereka memulainya dengan jualan jaket merchandise UGM dengan sistem Pre Order. Photo promosinya juga bukan merupakan hasil cetak melainkan hasil dari mock up desain dari internet. Strategi tersebut mereka terapkan untuk meminimalisir biaya modal diawal

Konveksi Jogja Apparelsae
Produk Pre Order Pertama Apparelsae Konveksi Indonesia

Promosi yang dilakukan pada saat itu masih berupa share link di group gorup maba. Bermodalkan berani mereka berharap akan banyak orderan yang masuk. Ekspektasi penjualan kala itu bakal terjual lebih dari 100 pcs. Namun ternyata tidak demikian. Jaket yang terjual tidak lebih dari 20 pcs. Pada saat proses produksi mereka juga mengalami kendala yaitu keterlambatan vendor dalam proses jahit. Namun mereka tidak patah semangat

Setelah melakukan penjualan PO pertama, mereka memperbaiki strategi penjualan mereka yaitu dengan memperbanyak target pasar. Target yang mau disasar pada saat itu terdiri dari tiga kampus yaitu UGM, UPN dan UNY. Setiap satu orang fokus melakukan penjualan di satu kampus. Akhirnya karena kurang satu orang dan direkrutlah satu kawan lagi bernama pandhu. Nama brand yang digunakan pada saat itu adalah SAE.ORIGINAL.APPAREL. Target yang mereka ingin capai diatas seratus penjualan untuk masing masing kampus.

Pre Order Kedua Apparelsae

Meskipun sudah menambah 1 tim lagi dan fokusnya lebih spesifik tidak lantas kemudian membuat penjualan meningkat.Bahkan ada beberapa produk yang yang harus merugi dikarenakan tidak memenuhi syarat minimal untuk produksi di vendor. Menurutnya ini terjadi karena terlalu banyaknya varian desain yang ditawarkan.

Kurang berhasilnya target penjualan tersebut tidak lantas membuat mereka berhenti dan menyerah. Mereka mengevaluasi dan menyimpulkan bahwa model bisnis seperti ini kurang sustainable dan cenderung musiman. Artinya harus menunggu momentum satu tahun sekali untuk bisa jualan merchandise kampus. Selain itu ada banyak sekali kompetitor yang sudah bermain di dalamnya, terlebih monopoli yang dilakukan oleh setiap organisasi kampus menyebabkan persaingan yang berat.

Disinilah titik balik mereka dalam menentukan model bisnis yang akan mereka seriusin. Akhirnya mereka memutuskan untuk tidak menggunakan model bisnis PO merchandise dan fokus pada produk lain, yaitu konveksi. Meskipun modelnya bisnisnya berbeda, namun target market yang mereka sasar masih sama yaitu seputar kampus. Pada saat itu mereke membranding usaha sebagai konveksi jogja

Ide untuk menyeriusi model bisnis konveksi datang dari permintaan salah satu teman yang dulu satu sekolah dan sedang menempuh pendidikan di UGM jurusan pertanian. Dia menanyakan apakah bisa pesan baju laboratorium. Ketiga orang tersebut lantas berdiskusi dan menangkapnya sebagai peluang yang cukup prospek. Asumsi pada saat itu baju lab merupakan kebutuhan pokok setiap mahasiswa yang jurusannya ada kegiatan praktikum.

Saat itu juga mereka mulai fokus pada penjualan baju laboratorium dengan mengembangkan website usaha bernama www.konveksi-jogja.com dan instagram. Strategi pemasaran dimulai dari kawan kawan yang dulu satu SMA dan menempuh kuliah dijurusan terkait kemudian merambah ke beberapa kota diluar jawa melalui instagram.

Kisah Inspiratif Bangun Usaha Konveksi Jogja

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *